Wisata Edukasi di Museum Geologi Bandung

Siapa yang tidak kenal dengan Kota Bandung, kota dengan seribu julukan ini mempunyai banyak harta karun di dalamnya, seperti, kuliner, fashion, dan wisata semua lengkap di kota ini, salah satu yang menarik banyak perhatian wisatawan local maupun asing merupakan objek wisata yang ada di Kota Bandung, dari mulai wisata alam, hingga wisata edukasi. Berbicara mengenai wisata edukasi, Museum Geologi Bandung, tepat menjadi pilihan bagi anda yang ingin mengajak sanak keluarga, kerabat, siswa baik mahasiswa untuk berkunjung ke Museum Geologi Bandung. Museum yang terletak di Jalan Dipenegoro Nomor. 57, Cihaur Geulis, Cibeunying Kaler, Kota Bandung ini didirikan pada 16 Mei 1928 lalu ini merupakan museum peninggalan nasional yang dilindungi pemerintah. Museum ini sempat di renovasi dengan menggunakan dan bantuan dari Japan International Corporation Agency atau lebih dikenal dengan JICA, dan diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarna Putri pada tahun 1982 lalu. Museum geologi mempunyai banyak peninggalan sejarah seperti berbagai mineral-mineral, bebatuan, dan berbagai macam fosil. Yang menjadi ikon dari museum geologi adalah fosil-fosil yang terangkai dengan mirip asilnya di museum tersebut. Banyak yang penasaran seperti apa binatang-binatang pada zaman dulu, sehingga museum ini banyak menarik perhatian terutama oleh para pelajar dan mahasiswa.

Bila berbicara mengenai sejarah, Museum Geologi Bandung pada abad ke -17 digunakan sebagai tempat kegiatan penyelidikan mengenai geologi dan tambang, di Indonesia yang diteliti oleh ahli geologi yang berasal dari Eropa. Kegiatan ini dilakukan karena di Eropa pada abad ke -18 sempat terjadi revolusi industry di beberapa bagian Negara di Eropa. Dan pada saat itu Indonesia sedang di jajah oleh bangsa Eropa, sehingga bangsa Eropa menjadikan Indonesia sebagai tempat yang tepat untuk menujang perekonomian Belanda pada masa itu. Karena berbagai alasan tersebut, dibuatlah Geologisch Laboratorium yang terletak di Kota Bandung. Dan saat penjajah jepang dating ke Indonesia, kekuasaan tersebut beralih ke tangan jepang termasuk Geologisch Laboratorium, lalu bangsa jepang merubah namanya menjadi Chisitshu Chosacho. Dan pada akhirnya Indonesia merdeka kemudian museum geologi dikelola oleh Pusat Djawatan Tambang dan Geologi atau PDTG pada tahun 1945-1950. Namun pada tahun 1945 masih banyak sekutu yang mengincar Gedung Geologi, dan menjadikan gedung tersebut tidaklah aman untuk melakukan berbagai kegiatan sehingga akhirnya banyak domkumend serta berkas-berkas di pindahkan sementara ke tempat yang  lebih aman dari Kota Bandung, dan akhirnya pada tahun 1950 keadaan aman kembali dan berkbas-berkas tersebut kembali di boyong ke Gedung Geologi dan kembali digunakan dengan semestinya. Dan hingga saat ini museum geologi berada di bawah naungan kementrian ESDM.

Lalu apa saja yang dapat kita temukan di Museum Geologi Bandung ?

Museum Geologi Bandung terbagi menjadi 3 bagian, dan 2 lantai, pada lantai utama atau lantai 1 kita akan meneumkan berbagai bebatuan, dan berbagai fosil. Pada sayap barat museum geologi bandung dominan dengan geologi Indonesia, seperti tatanan tektonik yang pad akhirnya membentuk geologi Indonesia, dan sejarah mengenai berbagai lempengan yang aktif pada masa itu, juga kejadian-kejadian serta  hipotesis pada system tata surya, keadaan geologi yang terjadi pada zaman dahulu di pulau jawa, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur hingga Irian Jaya. Dan yang paling favorit di sayap barat terdapat berbagai macam fosil bersejarah, dan terdapat revolusi perkembangan manusia menurut Teori Darwin. Dan pada setiap biliknya menampilkan berbagai batuan dan sedimen serta papan informasi yang dapat membantu anda untuk mengetahui berbagai informasi dan sejerah mengenai bebatuan dan sedimen tersebut. Selain itu terdapat berbagai macam peta seperti peta gunung api, geomorfologi dan masih banyak lagi.  Yang tak kalah menarik, di sayap barat terdapat berbagai macam sejarah mengenai gunung api, termasuk gunung tangkuban perahu, Gunung Batu, Gunung Merapi, Gunung Galunggung hingga Gunung Krakatau, dan masih banyak lagi.

Untuk bagian sayap timur kita akan menemukan berbagai informasi bersejarah mengenai perkembangan dan pertumbuhan mahluk hidup, dari manusia primitive hingga manusia modern . ruang sayap timur dikenal dengan ruang sejarah kehidupan, di sayap timur kita akan menemukan replika dai bumi atau globe berukuran sangat besar. Juga membahas sejarah bumi pada miliyaran tahun yang lalu saat di bumi belum ditinggali oleh manusia, hingga miliyaran tahun sesudahnya saat sudah menjadi lebih tenang juga membahas mengenai sejarah lingkungan tumbuhan bersel tunggal, juga berbagai binatang bertulang belakang yang memiliki ukuran yang besar juga berbagai fosil reptilia yang hidup di zaman Mesozoikum pertengahan dan mesozoikum 200 tahun silam. Fosil tengkorak manusia purba pun sempat ditemukan di Indonesia dan berbagai penjuru dunia yang replika nya terdapat di Museum Geologi Bandung ini. Di sayap timu pun kita akan menemukan berbagai artefak peninggalan kebudayaan purbakala, dan penampang sedimen stratigafi kuarter daerah sangiran – solo, trinil, hingga mojokerto yang membahas mengenai evolusi dan sejarah manusia purba dalam bentuk market dan panel. Tak ketinggalan sejarah Kota Bandung yang sangat melegenda yang awalnya terbentuk dari danau. Dan terdapat fosil dari berbagai macam binatang seperti ular dan ikan-ikan yang sempat hidup di danau bandung pada masa itu juga reflika dari artefak artefak yang ditemukan di pinggiran danau bandung, yang membuktikan bahwa bandung pada 6000 tahun lalu pernah menjadi tempat tinggal manusia purba.

Sedangkan di lantai 2 Museum Geologi Bandung juga terbagi menjadi 3 ruangan, pada ryakni ruang barat, ruang timur, dan ruang tengah, saat menaiki tangga kita akan langsung berada di posisi ruang tengah, di ruangan barat digunakan sebagai tempat bersejarah mengenai alat-alat bersejarah di jawa barat seperti alat masak, dan perabotan-perabotan kuno, serta terdapat bagian mengenai simulasi gempa. Di bagian tengah ruang dijadikan sebagai tempat istirahat untuk pengunjung, di bagian tengah, terdapat kursi kursi sebagai tempat istrirahat, masuk ke bagian timur ruangan di lantai dua kita akan menemukan berbagai peragaan kehidupan manusia, bebatuan bersejarah, juga mineral mineral yang berguna pada kehidupan sehari-hari manusia, eksploitasi sumber daya dan mineral, komoditi penggolongan berbagai mineral serta energy. Bagaimana ? menyenangkan bukan. Museum geologi tentunya mempunyai wisata sejarah yang sangat bermanfaat bagi semua orang. Untuk anda yang ingin berkunjung ke Museum Geologi Bandung, anda harus membeli tiket masuk yang tentunya tidak merogoh kocek anda, dan dibagi menjad tiga kategori :

  1. Umum : Rp. 5000
  2. Pelajar dan Mahasiswa : Rp. 3000
  3. Warga asing/ pelajar asing : Rp. 10.000

Dan untuk jadwal berkunjung atau jadwal buka :

  1. Senin – kamis : pukul 08.00-15.30
  2. Jum-at – minggu : Pukul 08.00 – 13.00

Demikian ulasan mengenai Museum Geologi Bandung, semoga dapat membantu menjadi referensi wisata anda di Kota Bandung.